Sosok Drummer Rock Idola (Mike Portnoy)

Terlahir pada 20 April 1967 dari keluarga musisi dan dibesarkan di Long beach, New York, Mike kecil sangat familiar dengan alulan musik, terutama aliran rock. Yah, dapat diperkirakan bahwa ayah Mike adalah seorang disk jockey pecinta rock’n roll.Tak disangka banyak orang bahwa Mike yang yang sangat fasih bermain drum dengan notasi rumit dan tak lazim ini, awalnya bermain drum secara autodidak. Hanya saja ia memang sering mengambil kelas-kelas teori drum di sekolah menengah untuk menambah wawasan. Penting guys, tak dapat dipungkiri semua aktifitas itu ada ilmunya. Mike juga pernah bergabung dan membentuk beberapa band lingkup lokal seperti Intruder dan Inner Sanctum. Bahkan Inner Sanctum berhasil sampai merilis album segala lho.. .

Ternyata drummer idola kita ini memiliki idola juga, mereka adalah Frank Zappa dan Rush (Neil Peart), yang kata Mike banyak mempengaruhi arah permainan drumnya. Memang penting arti sosok idola buat contoh teladan dalam bidang yang kita geluti. Bagaimana mereka meng-influence kita (tapi khusus perspektif yang positif aja ya.. .). Khusus bagi para drummer ini penting juga, tapi jangan kebangetan ntar dikira jiplakan kalo terlalu mirip.

Meskipun Mike seorang Rocker, dia punya sisi jiwa lain yaitu kesukaannya pada musik rap. Dalam permainannya Mike tidak mengkotak-kotakkan pattern. Ia lebih suka untuk mengkolaborasikan pattern tersebut seperti gaya ood time signature, fast double bass, dan fast blinding fills. Sehingga tak jarang seperti terdengar perubahan tempo, padahal hanya permainan pattern itu saja yang dicampur sampai sedetil-detilnya, hebat kan.. .

Banyak drummer punya ciri khas masing-masing seperti Travis dengan gaya swing-nya. Namun Seorang Mike Portnoy tak demikian. Banyak karakter dalam gebukan drumnya. Sehingga band-nya sekarang (Dream Theater) punya banyak warna musik. Dengerin aja lagu instrumental-nya yang paling terkenal yaitu “The Dance of Eternity”. Akan terdengar selipan jazz blues diantara dominasi rock dan metal. Ciri settingan drumnya juga unik, dengan dua bass drum, banyak tom, dan simbal. Serta 2 snare drum, yang satu sebagai main set berbahan kayu maple dengan dua strainer yang mempunyai tiga suara berbeda, dan satunya lagi berbahan steel pada hand hammered berukuran 5 X 12 yang biasanya diletakkan di sebelah kirinya.

Karir Mike sangat cemerlang bersama grup yang didirikannya bersama John Myung dan John Petrucci yaitu Dream Theater pada tahun 1985 (yang sebelumnya bernama Majesty) berhasil merilis delapan album studio satu album pendek dan empat rekaman live. Namun keutuhan Band ini tak sebaik prestasinya, karena tercatat tiga kali mengganti personilnya yaitu pada vokalis sekali dan keyboardis dua kali.

Mike juga sering melontarkan kata – kata yang nyeleneh seperti kalimat “eat my ass and balls” yang artinya “makan bokong dan kemaluanku” yang menjadi terkenal bagi fans – fans dream theater. Tapi ia punya banyak prestasi berkelas seperti terpilih sebagai salah satu dari 20 drummer sepanjang masa oleh Modern Drummer Magazine, Best Up and Coming Drummer, Best Educational DVD (karena karyanya dalam membuat dua fim instruksional yang sangat populer), Best Recorded Performance, dan Best Progressive Rock Drummer. Dengan segudang penghargaan yang diterima itulah ia disejajarkan dengan para drummer paling terkenal sedunia (The Greatest Drummer). Banyak musisi kondang dunia memintanya dalam penggarapan lagu mereka, atau sebagai additional player dalam konser live-nya.

Nah, inti pesan dari Mike Portnoy ini bukan mengindikasikan bahwa drummer hebat  harus beraliran  rock atau metal dan sejenisnya. Bahkan sebaliknya bahwa musik itu harus bebas dalam berekspresi, Jangan terlalu antipati dengan ketukan aliran lain. Kolaborasikan berbagai aliran malah semakin asyik, dan tak jarang menuai keheranan banyak orang. Tapi tetep sejalur dengan karakter band. Ingat jangan terlalu pusing mikirin aliran. Let it flow aja.. . Dan jika kita bermain dalam konsep band jangan terlalu egois untuk menampilkan skill seenaknya, tanpa keselarasan dan blocking band. Dengarlah contoh seperti musik Dream Theater yang kompak sampai notasi sekecil – kecilnya. Akan sangat enak dengernya tapi itu kalo konsep band. Kalo main solo ya terserah.. . .

Tersaji

~ by aliansitheband on January 21, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: