“One Scale for Everyone” Berimprovisasi Menggunakan Satu Macam Scale dengan Mengubah Susunan Scale Menjadi Susunan Chord

abinaS hugeTKyaaaaa !! Udah lama nich kita gak pernah online , tapi dibalik ketidakberadaan kami ini (halah), demo solo kami yang baru telah berhasil kami release gwe he he. Judulnya sedih banget gituE “My Shattered Soul” but isn’t a big problem to the musician right ? He he he kan musisi sejati mesti bisa ndengerin berbagai aliran musik dan menilainya secara obyektif kayak gw gitu ha ha ha, gak juga dink coz ada beberapa aliran musik yang gak gw suka gara-gara gak begitu butuh gitaris gitu wah wah L . Agak gak nyambung dikit nich, yang di atas itu foto gw lho gwehehe😀 , keren kaan ? Oiya btw demo solo yang satu ini menceritakan tentang seseorang pemain fusion jazz yang tengah sendirian menanti kepulangan kekasihnya dari kepergian yang hanya sementara (yaa ini lanjutan dari lagunya pasto yang Aku Pasti Kembali itu lho hwehehe). Untuk menghalau beban perasaan tersebut, sang musisi mencoba untuk terus bermusik sebagai wujud penantiannya pada sang kekasih. Namun kerinduan yang merajai hatinya begitu besar sehingga dunianya tak lagi mampu untuk meredam perasaannya. Pada akhirnya Ia menemukan jawaban bahwa yang terbaik adalah kepercayaan dan harapan akan tibanya saat-saat mereka akan bertemu kembali pada suatu hari yang indah. Waaaaa yaa kisahnya begitu mendalam gitu he he he. Demo solo yang satu ini adalah proyek Aliansi yang “Gak Nyangka Bisa Bikin Kayak Ginian” gitu ck ck ck and yang pasti gw selalu menggunakan solo yang menggebrak pada bagian akhir he he he. Di lagu ini gw juga terpaksa berkali-kali take coz ada bagian solo yang gw dipaksa pake teknik sweeping gitu aduuuh tapi gak pa pa lah.  Lagu ini alirannya adalah percampuran dari Pop, Funk, Rock dan Jazz he he he coba aja di download di bagian kanan blog (Our Demo) and di dengerin gitu ya coy, and jangan lupa komenNya lho. Thx Yawh😀 .

Wah malah banyakan curhatnya daripada isi artikelnya nich, tapi gak pa pa deh he he he and sekarang kembali ke artikel gitu. He he he temen-temen udah tau seluk beluk harmony to ? Kalau belum yaaa jangan baca yang ini dulu coz levelnya dah advanced, eh intermediate, eh bukan beginner, eh champion ah mbohlah, tapi yang satu ini emang butuh pemahaman yang lebih soal harmony biar gak bingung gitu coz gw gak jelasin dasarnya ntar ndak jadi makalah musik yang panjang gitu. Kalau gak ya baca-baca dulu artikel gw dalam blog ini, cari aja pake keyword lewat opsi search pada sidebar di Blog Aliansi.

Dark GuitarInti dari isi artikel yang gw bikin ini adalah penjelasan lebih dari “Scale to Chord” yang ada pada Jguitar gitu coy. Di sana sama sekali gak dijelasin mengenai sistem konversinya oleh karena itu gw aja yang bikin penjelasannya he he he. Temen-temen dah tau kan kenapa Cmajor scale dapat digunakan pada chord C, Dm, Em, F, G7, Am dan Bm gitu ? Udah pernah gw jelasin dalam artikel sebelumnya gitu he he he😛 . Ya kerena chord-chord tersebut berasal dari susunan nada yang terbentuk dari unsur-unsur nada yang seluruhnya merupakan bagian Cmajor scale. Hal ini berlaku pada nada dasar yang lainnya misal Dmajor scale dapat dijadikan bahan improvisasi pada chord D, Em, F#m, G#, A7, B, dan C#m karena chord-chord tersebut adalah perpecahan dari Dmajor scale.  Secara umum dapat dibentuk sebuah kesimpulan bahwa “chord yang dibentuk dari sebuah scale dapat diisi dengan improvisasi menggunakan scale tersebut saja”. Nah bila kita telah benar-benar memahami teori kebebasan terstruktur dalam membentuk chord sekaligus berfikir lebih jauh lagi tentang hubungan antar chord dan scale, kesimpulan tersebut dapat dispesialisasikan menjadi “chord yang dibentuk dari scale Melodic Minor dapat diisi dengan improvisasi menggunakan scale Melodic Minor saja” atau “chord yang dibentuk dari scale Iwato dapat diisi dengan improvisasi menggunakan scale Iwato saja”. Nah kata yang digaris bawah dapat diganti dengan berbagai macam scale lainnya seperti Japanesse Yo, Balinesse, Harmonic Minor, Beebop, Spanish dan lain-lainnya. Namun hal ini gak efektif kalau kata yang digaris bawah diganti dengan modes, karena modes merupakan bagian dari suatu scale. Gak usah gw kasih contoh ya kenapa kog modes gak bisa gitu, sebenernya bisa sich tapi kan percuma aja and malah tambah pusing he he he.

Nah untuk memperjelas yang satu ini kita ambil contoh sebuah exotic scale yaitu C Balinesse Pelog Scale. Nah bila kita ingin menjaga kelestarian nada halah maksudnya agar musiknya tetap sama dengan scalenya, udah pasti kita bakal menggunakan satu scale tersebut untuk berimprovisasi secara total. Nah lalu chord apa aja yang bisa kita gunakan untuk scale tersebut ? Kalau pengen gampang ya tinggal liat Jguitar gitu adududuh, tapi biar lebih ngerti ya tinggal membentuk harmony chord yang terdiri dari susunan nada yang terdapat pada Balinesse pelog scale he he he. Ne gw kasih gambarnya biar enak gitu mbahasnya.

Bali Pelog

Nah karena scale tersebut tergolong pentatonik (terdiri dari 5 nada yakni C, C#, D#, G dan G#) maka hanya ada 5 macam chord yang dapat dibentuk melalui penyusunan not-notnya. Dalam metode ini kita udah gak bisa sepenuhnya pake pedoman dasar appergio yakni 1, 3, 5 untuk major, 1, b3, dan 5 untuk minor aja gitu coz hasilnya gak akan maksimal walaupun tetap ada he he he. Kita sudah harus menggunakan pola yang lebih kompleks lagi yakni susunan chord jazz. Kalau belum begitu ngerti soal jazz, coba baca lagi artikel gw yang “Chord Jazz” sekaligus yang “Menyederhanakan Chord” gitu coy. Nah kelima nada tersebut dapat kita jadikan 5 buah nada dasar chord yang selanjutnya dapat menjadi pengiring improvisasi kita dalam menggunakan C Balinesse Pelog Scale. 5 nada dasar chord bukan artinya cuma bisa bikin 5 lho, tapi kan yo tiap nada dasar bisa jadi macem-mecem chord, ya contoh umumnya ada nada dasar C, nah nada itu kan bisa jadi Cm, Cmaj, C7, Cm7, C13 dll gitu he he he.

Scale yang satu ini masih memberikan kita kemudahan dalam menggunakannya he he he, karena susunan nadanya masih memberi kita kesempatan untuk membentuk Cm gitu coy. Nah gini prosesnya. Kita pilih C sebagai nada dasar chordnya, lalu coba gabungkan dengan nada-nada yang lain pada scale. Kita bisa menemukan D# dan G dalam scale tersebut sehingga bila ketiga nada tersebut disusun secara berurutan akan menghasilkan Cm he he he. Nah sekarang coba dengan chord yang lain gitu, kalau kita pake C# sebagai dasarnya, apa yang bakal kita dapat ? Waaaa bingung, tapi kalau kita punya pemahaman tentang chord jazz, kita dapat menambahkan D# dan G pada nada dasar C#, sehingga dapat dihasilkan rumus 1, 2, dan 5 dan menciptakan sebuah chord C# Suspended 2nd he he he atau biar gaul ya C#sus2 gitu. Nah coba susun lagi deh pake nada dasar yang lain gitu coz masih ada D#, G ama G# lho yang belum dicari partnernya ama not apa aja and hasilnya chord apa aja he he he. Jadi cara paling gampang make sistem ini ya tentuin dulu mau nada yang mana buat dasarnya, terus cari partnernya mau siapa aja, and kalau dah dapet siapa aja ya tinggal tentuin nama chordnya he he he.

Gitar Teguh

Terus kita beralih ke D#, wah bingung ya mau dijodohin ke siapa gitu he he he. Coba deh ama G, terus kalau kita menggunakan penyederhanaan chord, kita bisa menganggap bahwa itu adalah D#major. Tapi di dalam scale kan gak ada A# jadinya ya main D# majornya gak usah pake nada kelimanya gitu coy. Terus kalau D# ama Gnya ditambah C#, chord tersebut akan berubah jadi D7 gitu tapi tetep gak pake A#.

Selanjutnya untuk G he he he, ada nada yang amat cocok digabungin ama nada ini yaitu C# dan TA DA kita dapet Gdim getooo. Kalau Gnya ditambah C bakal jadi Gsus4 tapi tanpa nada kelima, kalau ditambah D# akan jadi Gaug tanpa nada ketiga. Nah yang terakhir itu G#, and bisa dikasih C, D# dan C sehingga jadi Gmaj7 he he he. Nah yang lainnya dicari sendiri aja yawh coz masih bisa banyak kog.

Terus langkah terakhirnya adalah membuat komposisi dengan chod yang udah tersedia tadi. Kita kan dapet Cm, Csus2, D#, D7, Gdim, Gsus4 dan Gmaj7, terus bikin aja komposisinya, urut-urutannya terserah aja gitu deh he he he. Ya ne gw kasih contoh gitu :

|    Cm   D    Gmaj7    C#sus2    ||

Nah dalam komposisi tersebut kita bisa menggunakan C Balinesse pelog saja untuk berimprovisasi he he he. Terus jangan lupa dicoba bikin progresi yang lain hwehehe. Nah udah donk kan maksud artikel yang satu ini. Yaaa itu intinya, teknik ini bisa dipake kalau kita pengen masukin scale tertentu ke dalam musik kita dengan mempertahankan suara asli dari scale tersebut. And jangan lupa satu hal. Ada banyak cara buat berimprovisasi lho gwahahahaha😀 .

Article by : Tesha – Aliansi

Back to Aliansi Band’s Home Page >>>>

~ by aliansitheband on November 14, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: