City of Ember

city-of-ember

Walden Media Presents

Pada saatnya nanti, tanah permukaan manusia akan hancur rusak berantakan karena terjadinya banyak kerusakan akibat ulah manusia serta umur bumi yang larut tua. Berbagai percobaan dilakukan untuk menanggulangi terutama untuk menyelamatkan peradaban umat manusia. Salah satu ide yang muncul adalah untuk mendirikan sebuah kota bawah tanah dengan kedalaman jauh di bawah permukaan bumi. Imajinasi inilah yang menginspirasikan seorang penulis bernama Jeanne Duprau dengan karya besarnya berjudul “The City of Ember” yang akhirnya di filmkan oleh Gil Kenan. Film yang diperankan oleh Saoirse Ronan, Harry Treadaway, dan Bill Murray ini membuat gambaran bagaimana teknologi dan ilmu pengetahuan tepat guna bisa diandalkan untuk melestarikan kehidupan. Dikisahkan berbagai ilmuan membuat sebuah kotak besi kecil yang mana diserahkan pada walikota Ember pertama untuk terus diwariskan pada walikota berikutnya, menurun pada generasi seterusnya selama 200 tahun. Kotak itu adalah kunci pengetahuan bahwasanya jauh diatas sana terdapat ruang bebas dengan udara dan cahaya yang bebas. Namun saat – saat terakhir, mata rantai itu terputus, sehingga kotak terbengkalai pada tangan warga biasa sampai terbuka sendiri pada waktu yang telah dijanjikan.

Kehidupan kota benar – benar berbeda dengan kehidupan manusia di permukaan bumi pada umumnya. Peradaban kembali mundur beberapa waktu. Kondisi kota bawah tanah dengan penerangan sebagai nyawanya, karena tidak adanya pancaran sinar matahari, serta sumber daya yang terlalu terbatas, mengharuskan mereka bekereja keras, bahkan anak – anak kecil dan remaja sudah diwajibkan bekerja pada instansi pusat, seperti penjaga waktu, perbaikan gedung, pembantu greenhouse, dan pekerja pipa. Pekerjaan kuno menandakan peradabannya dalam cerita.

Penikmat film akan disuguhkan dengan keberanian 2 remaja yang ambisius untuk mencari kebebasan, padahal opini publik tak ada yang meyakininya. Keyakinan ini memang tak semulus kenyataannya, karena melalui proses panjang dan berliku. Namun pada akhirnya menemukan dunia yang sebenarnya itu.. Kerja keras juga menjadi nilai yang tak kalah penting karena dengan kembali pada keterbatasan, tak mudah untuk memperoleh dan mencapai apa yang diinginkan. Masyarakat yang bahu – membahu membangun kota menjadi pelajaran untuk pentingnya menghidupkan gotong royong untuk kebaikan bersama.

Film ini menjadi berkesan untuk ditonton disamping karena nilainya, juga karena di setting dengan efek visual, sound, dan lighting yang keren. Merupakan referensi yang menarik buat temen – temen maupun golongan anak kecil untuk ditonton, disebabkan ide cerita yang dinyatakan dalam tata kota yang unik. Sangat mendidik dan cocok bagi kalangan pelajar karena disuguhkan pada film tanpa adegan dewasa seperti ciuman lawan jenis.

“City of Ember” hasil produksi Playtone Production.

Tersaji

BACK TO ALIANSI BAND’S HOME PAGE >>>>

~ by aliansitheband on September 18, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: