Improvisasi untuk Musik Indahmu..

Aliansi Band

Hmmm ini adalah artikel lain dari tulisannya bang Owen yang menggunakan modes itu lho tapi ini gw yang bikin he he he, gw pengen njelasin dengan metode yang lain juga he he he🙂 . Gw juga pengen curhat soal lagu solonya Aliansi nich tapi ntar aja di bawah gitu he he he. Btw Udah baca artikel gw yang harmony itu to ? Harmony kan susunan chord berdasarkan scale major nada dasarnya yang menyebabkan hubungan antar chordnya saling terkait (terutama terhadap chord I yang menjadi nada dasar). Terus kalau udah tau mau gimana donk he he he. Ya itu di isi pake musik dunk, mau ditambah-tambah ama chord aneh atau melody yang amburadul eh yang indah gitu maksud gw ehem-ehem, yang menjadi isi tersebut juga boleh dibuat secara  terencana maupun spontan (dikenal dengan improvisasi). Nah ini inti dari artikel gw yang sekarang adalah tentang bagaimana cara berimprovisasi dengan lebih baik dan mengerti akan dasar-dasarnya ehem ehem.

THE ROMAN NUMERAL

Ini adalah elemen dasar yang perlu kita ketahui dalam berimprovisasi. Dalam berbagai artikel kita mesti udah pernah liat tulisan kayak gini “itu susunannya ii vi V7 ii (Dm, Am, G7, Dm)” lha kalau udah dikasih tahu terus tempenya mana coy he he he. Ehem-ehem sebenernya buat apa kita dikasih tahu kayak gituan mbok bilang kuncinya gitu udah cukup buat gw wah wah. Dalam harmony kan kita hampir selalu menjumpai susunan I, ii, iii, IV, V7, vi, dan viib7. Itu kenapa kog ada yang hurufnya kecil and ada yang gede ? Sang Roman Numeral ini memberikan tanda bahwa chord itu minor, major atau dominant gitu sekaligus dia urutan keberapa dalam harmony. I dan IV(yang huruf kapital) menandakan bahwa posisi chord tersebut sebagai urutan pertama dan keempat dalam harmony dan jenisnya major, yang kecil minor dan V7 berarti dominat atau chord kelima dalam harmony. Hal ini bisa diambil contoh dari harmony C major scale yaitu C, Dm, Em, F, G7, Am, dan Bdim. Kan sama to kayak I, ii, iii, IV, V7, vi, dan viib7. Kalau rootnya D ya I (D), ii (Em), iii (F#m) dan seterusnya gitu. Nah kalau disimpulkan, penggunaan roman numeral tersebut adalah untuk berkomunikasi sekaligus sebagai metode menganalisa progresi sebuah lagu.

Ya begini kalau dicontohkan bila nada dasar sebuah lagu adalah C

|    C    Am    Dm    G    ||

I      vi        ii     V7

C adalah chord urutan pertama dalam harmony C Major yang jenisnya major, Am adalah urutan ke enam minor, Dm urutan kedua minor dan G adalah chord dominan yaitu urutan kelima dalam harmony. Dan yang lainnya bisa dipraktekkan sendiri gitu he he he

THE MAJOR SCALE

Harmony sebuah lagu adalah I ii iii IV V7 vi viib7, dan menurut proses terbentuknya mereka semua terdiri dari not-not yang ada pada Major scale dari nada dasarnya. Oleh karena itu scale major dari nada dasar dapat menjadi bahan utama untuk berimprovisasi dalam seluruh chord yang menjadi harmony tersebut. Namun jangan lupa untuk tetap menjaga agar tidak fales nadanya he he he. Kalau berhenti ya tetep di nada yang kuat maksudnya di triad nada dasar atau triad chord yang sedang dimainkan gitu. Misal ini adalah progresi dengan Rootnya C he he he gw enakan pake contoh C gitu😀

Contoh C major

Dalam progresi harmony di atas kita bisa menggunakan scale C major untuk keseluruhan. Tapi inget lho bagusan berhenti di Triad atau kalau nasihatnya bang owen ya main cepet aja gitu, coz dengan main cepat, kejelasan atas nada-nada yang kita mainkan menjadi hilang sehingga tidak akan terdengar fales ketika berganti chord gitu he he he.

Nah ini kalau rootnya dari Bb, kita bisa berimprovisasi hanya dengan scale Bb major gitu

Contoh Bb

Kalau pengen yang lebih ribet ya kayak gini, di progresi ini kita bisa paka scale C terus he he he

C Maj 2

MODES

Penjelasan utama dari artikel ini bukan pada roman numeral lho, tapi tentang modes he he he. Roman numeral  hanya dijadikan sebagai modal utama dalam menganalisa chord gitu.

Btw udah baca artikel menggunakan modes kan ? Berarti gw gak perlu jelasin banyak-banyak lagi gitu he he he. Modes yang paling dasar tercipta dari scale Major yang posisi rootnya diganti menjadi not berikutnya dan modes dari scale major terdiri dari (misal dari root C yang paling gampang)

C Ionian (bentuk pertama/asli) jenis Scale Major : C D E F G A B C (gak usah dikasih gambar yo, kan udah tau scale major gitu he he he)

D Dorian (bentuk kedua dimulai dari D, ii) jenis Scale Minor : D E F G A B C D

D Dorian

E Phrygian (bentuk ketiga dimulai dari E, iii) jenis Scale Minor : E F G A B C D E

E Phrygian

F Lydian (bentuk keempat dimulai dari F, IV) jenis Scale Major : F G A B C D E F

F Lydian

G Mixolydian (bentuk kelima dimulai dari G, V7) jenis Scale Dominant : G A B C D E F G

G Mixolydian

A Aeolian (bentuk keenam dimulai dari A, vi) jenis Scale Minor : A B C D E F G A

A Aeolian

B Locrian (bentuk kedua dimulai dari B, vii7b5) jenis Scale Half Diminished : B C D E F G A B

B Locrian

Btw gambarnya agak miring-miring nich he he he😛 , gak pa pa deh yang penting bisa dipahami gitu hmmmmm. Terus modes itu gak hanya dari root C lho, bisa dari yang lain juga, dorian itu gak selalu dari D. Kalau Rootnya D ya doriannya E gitu.

Mereka semua berhubungan satu sama lain kan ? Lalu apa gunanya kalau udah tau, lagipula kan itu cuma scale major yang dimulai dari nada berikutnya, hapal scale major juga bisa kux jadinya kayak yang penjelasan di atas gitu. Nah kalau dibagian ini emang belum kepake modesnya, ntar di penjelasan berikutnya terasa deh kenapa modes itu perlu. Kalau kita cuma pake prinsip harmony dengan main di scale major rootnya ya suaranya gitu-gitu aja coy he he he. Tapi kalau diliat faktanya, kita kalau main improvisasi biasanya selalu memakai beberapa modes gitu, Cuma kita gak sadar aja he he he. Misal kalau nada dasarnya C major kita biasa main G mixolydian (mulai dari nada ke 5 atau G) ama E phrygian atau malah A aeolian he he he🙂 .

Nah yang bikin modes itu jadi tambah keren ya prinsip yang satu ini, kayak yang gw jelasin sebelumnya kalau rootnya C, kan harmony ii-nya Dm, jadi doriannya mulai dari D, nah kalau rootnya Bb, kan harmony iii-nya juga Dm and phrygiannya mulai dari D gitu. Kan sama-sama Dm he he he, kedua scale tersebut jadi bisa digunakan saat berimprovisasi di atas chord Dm.  Kesimpulannya sebuah chord bisa diliat dari berbagai sudut pandang, dari nada dasar apapun, tapi modes juga tidak boleh berbeda dengan jenis chordnya. Di penjelasan atas gambar modes di atas kan disebutin kalau ionian itu major, aeolian itu minor dll. Yaaa sudut pandangnya juga dari harmony minor gitu. Kalau chordnya Em, dia bisa harmony ii dari D, atau iii dari C, atau vi dari G bahkan viib7 dari F. Kita gak bisa bilang kalau Em itu IV dari B wah wah wah. Nah itulah yang menyebabkan kita membutuhkan pemahaman akan modes.

Jadi kalau progresinya kayak gini

|    C    .    Dm    .    ||

Kita bisa pake C Ionian pas C, dan D Dorian pas D gitu. Atau C Mixolydian pas C (C di anggap V7 dari F) dan D Phrygian di atas Dm (D di anggap iii dari Bb).  Tapi C gak bisa di anggap Dorian dari Bb lho, coz dorian kan buat harmony iii and yang jelas minor gitu hmmmm gak bisa buat major. Nah ini juga bisa dikembangkan terus menjadi berbagai kombinasi and tetep bener major minornya he he he. Kalau kita bikin progresinya agak panjang, misalnya kayak gini (sekarang contohnya dari G) he he he :

ModesTu di gambar juga udah dikasih tau boleh pake modes apa aja berdasar berbagai sudut pandang.

PENDEKATAN DERIVATIF DALAM PENGGUNAAN MODES

Ya kalau kita males mikir ini dari harmony ke berapa, dari siapa, dimana, kapan dan seterusnya gitu aduuuuh😦 ya dah dibikin gampang aja gitu bro, tapi resikonya kita jadi gak bisa nentuin dari nada dasar apa dia gitu. Kita gak perlu nentuin nada dasarnya, langsung aja tentuin jenis chordnya apa and pake daftar modes yang sesuai buat dia, kalau minor ya pake modes minor, major ya major dan lain-lain. Ne dia rumusnya :

Tiap chord major dapat menggunakan modes yang sifatnya major (Ionian dan Lydian)

Tiap Chord minor dapat menggunakan modes yang sifatnya minor (Dorian, Phrygian, Aeolian)

Tiap Chord dominant dapat menggunakan modes yang sifatnya dominant (Mixolydian)

Tiap Chord halfdiminished dapat menggunakan modes yang sifatnya diminished (Locrian)

Ya kalau kita ada progresi |    C    G    F    Am    |

Ya tinggal pilih modesnya aja gitu, C kan major and ada beberapa pilihan modes dll

Oiya rumus ini ada dalam musik yang elemennya udah agak rumit. Misalkan jazz atau bues gitu, ada aturan yang lebih enak buat musik pop. Di dalam musik pop tidak ada chord dominant7 maupun halfdiminished. Dalam fakta pop, harmony kelima (V7) dari C yang seharusnya G7 itu kan tetep G, jadinya G gak perlu mixolydian aja, bisa juga Ionian and lydian. Dan juga B7-5 atau half diminished yang menjadi vii7b5 di root C hanya menjadi Bm aja sehingga Locrian bisa dibarengi ama Dorian dan kawan-kawan he he he, gitu.

Nah begitulah cara improvisasi dengan pendekatan modes, suara yang paling unik dihasilkan oleh locrian, karena itu coba deh pas improvisasi, main chord Bm atau Bdim7-nya dilamain he he he he🙂 .

Aliansi juga ngasih contoh improvisasi dalam musik, coba download aja demo kita yang “Dodge Dance” gitu di bagian widget “Our Demo”. (ya cuma di bagian kanan halaman ini gitu). Permainan gitar gw disana cuma pake modes Ionian, Dorian, Phrygian, Mixolydian and Aeolian he he he, yang lain gak gw pake he he he🙂 . Khusus buat gitarnya gw Cuma 1x take aja gitu, ya gw ngulang beberapa kali sich, tapi kalau ngulang ya dari pertama sampe selesai tanpa jeda gitu coz malez lo harus take part by part ho ho ho sombong buaaanget😛 . Tapi gak pa pa coz nyatanya emang Cuma 1x take je. Nah ada lagi satu nich yang judulnya “Unknown Technology”. Itu malah Cuma Aeolian ama Phrygian aja gitu and di bagian akhir gw pake kromatik scale, soal kromatik ini gw jelasin besok-besok aja deh he he he. Pertanyaannya kenapa kog gw cuma pake beberapa modes ? Pertama gw bingung kalau pake banyak coz di 100% bagian lagunya, gw cuma improvisasi doank gitu, gak ada yang direncanain, gw juga gak nyangka lo lagunya bakal jadi gitu wah wah wah😦 curhat nich. Kedua, ini bisa jadi bukti kalau dengan beberapa scale kita bisa bikin macem-macem lick, gimana kalau banyak hayo. Macemnya scale nggak cuma itu-itu aja, masih ada banyak kog, liat aja di Jguitar gitu, wah gw juga bingung mau ngehapalin semuanya wagh-wagh😦 .

The next lesson will come earlier…

Article By : Tesha – Aliansi

Reference : Any Books of Bang Jody Fisher

BACK TO ALIANSI BAND’S HOME PAGE >>>>

~ by aliansitheband on September 9, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: