Berkenalan, Memahami dan Mencintai Delay Effect

DD 7Bagi musisi modern zaman sekarang (yang menggunakan alat musik elektrik), penggunaan effect sudah menjadi hal yang umum karena dapat menghasilkan sound yang luar biasa gitu he he he🙂 tapi gw gak tau luar biasanya bagus atau fales gwa ha ha. Oh iya dari temen-temen semua kan udah pasti ada yang pake effect kan ? Terutama yang main gitar atau bass elektrik gitu, kalau keyboard ya effectnya dah langsung built in jadinya gak perlu beli lagi ck ck ck. Kalau main gitar akustik ya gak usah pake effect gitulah, coz ndak suara aslinya ilang gitu cuy. Oiya di artikelyang satu ini, gw bakal ceritain berbagai pengalaman and pengetahuan gw soal delay effect gitu, ya delay aja gitu deh. Effect yang paling umum digunakan untuk meramaikan musik kita he he he. Ato temen-temen malah punya effect digital POD XT Live gitu ? Wah pinjem pinjem dunk cuy. Enggak dink bercanda gitu, ya dah deh daripada penjelasan yang muter-muter tapi gak jelas juga hasilnya, mendingan langsung aja gitu.

ASAL-USUL DELAY

Bermula dari sejarah delay. Delay adalah echo sederhana. Artinya sound dimainkan kembali segera setelah suara itu pertama kali terdengar, bisa terjadi hanya sekali (single repeat) maupun beberapa kali (multiple repeat). Efek ini digunakan pada hampir semua jenis musik terutama sejak tahun 1950an. Jika kita adalah seorang gitaris, kemungkinan kita lebih menyukai delay daripada reverb, sebab efek ini menambahkan suasana ambience tanpa memberikan efek samping yang berupa blur(pengaburan) pada sound gitar.

Pada tahun 1950an, unit delay terdiri atas sebuah pemutar pita kaset dalam sebuah mesin perekam yang dapat merekam apa pun yang masuk ke dalamnya, kemudian memainkannya kembali setelah beberapa saat (delay). Panjang delay dapat diubah sesuai kecepatan pemutar pita kasetnya di atas head perekam dan pemutar ulang. Pada akhir 1960an dan 1970an, unit solid state berbasis transistor mulai dibuat, namun generasi ini digantikan oleh unit delay digital berbasis komputer pada tahun 1980an. Versi ini menyodorkan waktu delay yang lebih panjang dan atraktif, meskipun kita bisa membuktikan nanti bahwa setelan yang paling multi guna adalah hanya menggunakan waktu yang kurang dari 1 sekon.

JENIS-JENIS DELAY

Delay udah dipake dalam ribuan rekaman di seluruh pelosok negeri maupun bumi ini, tapi kalau di Mars gw belum tau gitu alien pake efek apa he he he. Karen apanjang pendeknya waktu delay mengakibatkan feel yang berbeda dalam musik, istilah-istilah mengenai jenis delay berdasarkan panjang waktunya bermunculan. Yaaa akhirnya delay sekarang punya banyak nama gitu cuy. Ini dia nama-namanya :

Slapback : delay yang amat pendek (50-100 ms), disetel kencang pada mix dengan sekali pengulangan (feedback). Delay ini digunakan secara luas dalam rekaman rock ‘n’ roll tahun 1950an dan biasa digunakan oleh Bang Elvis, Bang Carl Perkins dan lain sebagainya. Salah satu slapback jenis kontemporer adalah “doubling” yaitu delay yang memiliki waktu antara 30-80 ms yang disetel keras dengan sekali pengulangan. Hali ini memberikan kesan bahwa ada dua suara gitar dalam satu band he he he (boongin penonton gitu). Delay macam ini paling sering digunakan oleh gitaris metal yang berjaya di tahun 1980an ehem ehem🙂 .

Ambient : adalah jenis delay yang panjangnya sedang (150-400 ms), disetel cukup lembut pada mix dengan pengulangan lebih dari sekali. Walaupun efek yang dihasilkannya tidak mudah dikenali sebagai pengulangan yang terpisah, efek ini memberi tambahan pada ambiens keseluruhan suara gitar. Efek ini mulai dgunakan oleh band The Shadows mulai dari tahun 1960an ke atas.

Rhytmic : adalah delay yang panjangnya sedang (200-1000 ms), disetel cukup kencang pada mix dengan satu pengulangan kencang dan kadang kala beberapa pengulangan yang lebih lembut. Delay ini berhubungan dengan tempo lagu yang sedang dimainkan dan biasanya disetel agar suaranya berulang sebagai nada seperenambelas, seperdelapan, ataupun seperempat nada. Pemakaian delay ini yang terkenal adalah The Edge dari U2, yang pertama kali menggunakannya pada album debut U2, Boy 1980.

Multi-Tap : ya sama seperti Ambient maupun rhytmic tapi mempunyai sebuah keistimewaan yaitu jumlah pengulangannya terdiri dari dua sumber. Biasanya efek ini disetel dengan delay yang outputnya adalah stereo dan waktunya masing-masing berbeda. Setelan seperti ini dikenal juga dengan istilah “Ping Pong”.

Canon : adalah delay yang panjang (800-5000 ms) yang menciptakan satu bagian musikal tambahan (biasanya satu, dua, atau empat birama sesudahnya. Delay canon memungkinkan seorang musisi untuk bermain duet sendirian (mush keren😀 ). Hal ini jarang digunakan dalam rekaman, yaaa udah mesti dunk buat showmanship gitu he he he.

Delay

HITUNG DUNK PANJANG DELAYMU

Nah tadi kan udah ada gambaran tentang macam-macam delay gitu, sekarang gimana cara makenya yangbener gitu hayo ? mungkin sebagian dari kita menggunakan feeling untuk merasakan kecocokan waktu delay dengan tempo lagu kita, namun sebenanya ada cara yang lebih sistematis buat mengatasi hal ini. Hmmmm tapi ada kelemahannya juga sich, kita tetep harus pake feeling kalau effect kita bukan yang modelnya digital gitu cuy. Cara ini bener-bener ampuh kalau kita pake efek digital yang bisa nampilin angka secara akurat gitu😦 .

Waktu kita SD kan pernah di ajarin tentang kecepatan to ? Ya jika dalam satu jam Budi dapat menempuh jarak 100 Km. berapa kecepatan lari Budi (coz dalam kisah ini Budi gak bawa motor gitu he he he) ? Ya tinggal dibagi aja gitu rumusnya jarak (s) dibagi waktu (t) : jadinya 100/1 jam and hasilnya 100km/jam waaaa cepet banget larinya he he he. Nah rumus dalam penggunaan  delay itu juga ada lho.

Ini dia rumusnya cuy “Panjang jarak antar 1 ketukan (detik) = 60 sekon (detik) : Tempo Lagu (bpm)”

Nah kalau yang mau nostalgia ama masa SMPnya ya pake cara ini aja he he he

Diketahui :

Tempo lagu : 120 bpm (beat per minute)

Ditanyakan :

Panjang jarak antar 1 ketukan ?

Jawab :

Jarak antar 1 ketukan = 60 sec : 120 = 0,5 detik

Karena 1 detik = 1000 milisekon, maka jarak antar ketukannya adalah 500 ms (milisekon) gitu he he he😀

Nah gitu cara taunya bro, kalau kita mau bikin delaynya sekitar satu ketukan dari output asli. Kalau pengen tau jarak setengah ketukannya ya tinggal dibagi 2 gitu. Kalau mau seperempat ya dibagi 4, kalau triplet ya 3 gitu deh. Terus kalau mau satu bar kemudian yang dikali 4 aja (kalau ketukannya 4/4), ya jaraknya 2000 ms gitu, dia baru main setelah 1 bar selesai ha ha ha.

Btw udah ngerti kan caranya ? Nah coba deh praktekin di band temen-temen gitu, atau pas solo gitar terus bikin yang menggelegar UUUUAAAAAAA biar penonton pada terkesima. Tapi yo jangan lupa, bilangin ke si drummer, ngrubah temponya jangan amburadul gitu, ntar awalnya 150 bpm terus capek and berubah jadi 130 ya berabe gitu walah walah😦 .

Oiya cuy btw ini dulu yawh dari gw, ntar coba efek yang lain lagi deh he he he

Article By : Tesha – Aliansi

Reference : “Guitar Effect” Joe Bennet

BACK TO ALIANSI BAND’S HOME PAGE >>>>

~ by aliansitheband on September 4, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: