Pengembangan Penggunaan Not Bass dalam Chord dan Progresi

Wah gw bingung nich, ne artikel bagusnya buat gitaris atau bassis ya ? Buat keyboardis juga bisa je. Ya gara-gara bingung gw masukin ke kategori Chord and Composition aja nich. Musik yang indah memang tidak selalu mengandung teori dan improvisasi yang “cool” dari sang musisi, dan bukan pula berarti musik yang ribet menjadi musik yang sulit dinikmati. Secara umum (dan memang umum kalau di band) musik biasanya terdiri dari kumpulan nada yang disusun berdasarkan harmony dan juga memiliki tingkatan oktaf yang berbeda-beda agar terdengar indah dan padat. Oleh karena itu band sering beranggotakan pemain gitar, bass, keyboard, drum (untuk tempo), dan sang vokalis yang menjadi penyampai pesan (lyric). Dan masing-masing personel tersebut memainkan alat-alat yang memiliki tingkatan oktaf yang berbeda terutama bass yang mengisi not-not rendah pada lagu (and jadi sobatnya drummer). Drummer selalu duduk di belakang, tapi sebagai seorang bassis, kita gak boleh diam nemenin si drummer terus gitu coz kita juga gak dikasih kursi buat duduk :-< .

Nah dalam artikel ini gw akan menjelaskan beberapa kebebasan sang bassis ataupun gitaris dll dalam memamerkan kemampuan bassnya. Kalau gitaris biasanya buat mereka yang suka main sendiri ama gitar akustiknya gitu walah walah. Langsung menuju pembahasannya aja nich, seperti yang udah dijelasin dalam artikel Inversi Chord, bahwa triad yang membentuk suatu chord tidak harus selalu memiliki posisi dengan urutan 1, 3, 5 untuk membentuk chord major. Kita bisa menggonta-ganti formasinya menjadi 3, 5, 1 ataupun 5, 3, 1 sekaligus 1, 5, 3 (major). Ya misalnya kalau tiga ban mobil ditumpuk-tumpuk gitu kan namanya tumpukan band, kalau dibolak-balik kan tetep tumpukan ban he he he. Selain itu chord juga masih terbentuk bila salah satunya dihilangkan. Namun agar kejelasan tentang jenis chord tersebut tetap terjaga, yang dihilangkan hanya bisa nada kelima saja, hal ini berlaku pada chord dasar namun tidak semuanya berlaku pada altered chord

PENGGUNAAN TRIAD DAN NADA PEMBENTUK CHORD

Ada sebuah pertanyaan yang bisa dijawab dalam artikel ini. Apakah pemain bass harus main nada C ketika sedang main chord C Major ? Hmmmm jawabannya ya nggak dunk, kalau iya berarti pemain bass emang harus duduk bareng si drummer gitu😦 . Tapi enggak dink cuma bercanda tadi. Bagian ini adalah dasar mengenai walking bass bagi sang bassis dalam sebuah band. Chord C tidak harus di dampingi oleh bass dengan nada C ketika memainkan sebuah lagu. Temen-temen bisa memainkan nada yang menjadi triad dalam chord tersebut. Misal saat progresi chordnya adalah C Dm Am F G7, kita bisa memainkan bassnya dengan nada A untuk C, not F (nada ke 3) untuk Dm, E (nada ke 5) untuk Am, A (nada ke 3) untuk F, dan F (nada ke b7) untuk G7. Nah kan bassis jadi bisa nyeleweng dikit gitu he he he. Sudah paham proses terbentuknya Chord kan ? ato baca lagi Harmony atau Chord. Aha itu ada yang aneh kan dalam memainkan bass buat G7, kog malah di b7 gitu. Nah ini dia keistimewaan sang bassis (gak bassist aja dink) dalam band. Bilang aja ke gitarist atau keyboardist band temen-temen kalau ntar pake G7 yo ! Pas mereka mbunyiin G7, kita bisa menggunakan nada ke b7 yaitu F, karena komposisi dari chord G7 terdapat nada F gitu. Hal ini bisa dilakukan untuk sekedar improvisasi atau memang dijadikan sebagai komposisi sebuah lagu. Untuk sang gitaris akustik solo dan kibordis, chord ini dapat ditulis dengan simbol G7/F, atau dibaca G7 on F gitu. Selain itu, hal ini juga bisa dijadikan materi improvisasi yang mengakibatkan perubahan chord. Kalau yang lain main G major dan bassisnya mbunyiin F ya chord itu juga jadi G7 gitu, makanya jangan dipake kalau vokalisnya lagi nyanyi di chord G major he he he.

Hal ini juga dapat dikembangkan lagi bila kita telah menggunakan chord yang memiliki banyak unsur, misalkan G11 ataupun Dm9 dan lain-lain sebagainya. Chord G11 tersebut memiliki beberapa unsur yaitu nada ke 1, 3, 5, b7, 9, 11 (notnya adalah G, B, D, F, A, C). Wah ini asyik nich buat sang bassis, bisa banyak banget milihnya. Pas main di chord tersebut langsung aja pilih salah satu atau salah dua gitu. Inilah alasan kenapa kog bassis jazz mesti kalau main kayak bak berhenti-berhenti gitu (coz pilihannya banyak buat mereka), tapi tetep harus bagus bunyinya, gak amburadul gitu.

BASS YANG TERSUSUN RAPI

Nah ini yang terakhir gitu, kalau bassnya dah tau mau apa, kita juga harus nyusun supaya gampang and enak kalau didengerin gitu cuy. Progresi yang enak biasanya mengikuti scale major dari chord dasar gitu. Ngerti maksudnya gak nich ? Ya gw kasih contoh dari bukunya bang Jubing Kristianto nich

Misal progresinya kayak gini :

C – G/B – Am – Em/G – F – C/E – Dm – G

Nah kalau kita liat contoh diatas kan bassnya urutannya gini, C – B – A – G – F – E – D dan terakhir G. Nah ini akan ngasih suatu kesan bunyi yang urut dan teratur sehingga pendengar akan lebih mudah mencerna musik kita. Urutannya bisa diubah sekehendak hati temen-temen. Bisa dari C terus naik atau turun, selain itu bisa juga naik and setelah 1 bar atau 1 bait terus turun and naik lagi pokoknya terserah dech.

GUNAKAN KROMATIK SEBAGAI PENGHUBUNG

Setelah memahami penggunaan bass yang dinamis dan tetap harmonis, penggunaan nada kromatik (nada di luar scale) juga mampu memberi kesan progresif pada musik kita. Berikut ini adalah contohnya :

Am – E7/G# – Gm – Am/F# – F – Am/E – B7/D# – E7/D

Nah dalam chord ini bassnya adalah A – G# – G – F# –  F – E – D# – D. Perpindahan nada yang setengah-setengah kayak gini terkesan amat rapi bila didengarkan. He he he sekarang ne agak aneh urutannya. Penasaran to kenapa kog habis Am terus E7 gitu kog gak Em kalau manut harmony. Gw bakal jelasin kenapa kog boleh ganti jenis chord pada article selanjutnya gitu yang judulnya kurang lebih kayak gini “Progresi ii – V7 – I”.

Selain itu kita juga bisa nyampur-nyampur teori di atas kux, yang urut ditambah setengah-setengah juga bisa nich🙂 . Misalnya :

Am – E7/B – Am/C – A7/C# – Dm – Dm/C – Dm/B – E7

Nah itu kan ada yang jaraknya kayak interval major scale sekaligus yang jaraknya setengah-setengah gitu, ne juga tetep bagus kux. Coba aja deh praktekin ntar juga tau kog senengnya gitu, kreatifitas temen-temen gak terbatas kux.

Article By : Tesha – Aliansi

BACK TO ALIANSI BAND’S HOME PAGE >>>>

~ by aliansitheband on September 3, 2009.

One Response to “Pengembangan Penggunaan Not Bass dalam Chord dan Progresi”

  1. mas.. bisa kirimin pembentukan chord ke emailku g???/ thx ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: